Dorong Legalitas dan Daya Saing UMKM, Yayasan Bangga Putra Nusantara Gelar Sosialisasi NIB dan Sertifikat Halal di Kalimanah

Purbalingga | LENSA INDONESIA – Sosialisasi penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Sertifikat Halal bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kembali digelar untuk ketiga kalinya di wilayah Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, Ahad, 4 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Yayasan Bangga Putra Nusantara bersama Relawan UMKM Kecamatan Kalimanah, yang berlangsung di Desa Selabaya, RT 3 RW 1.

Kegiatan tersebut bertujuan mendorong pelaku UMKM agar memiliki legalitas usaha yang lengkap sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya perizinan dan tanggung jawab lingkungan dalam aktivitas usaha. Acara diikuti oleh puluhan pelaku UMKM dari berbagai sektor, khususnya bidang kuliner dan pertanian.

Dalam sambutannya, Tim Hukum dan Pengawas Yayasan Bangga Putra Nusantara, Senentyo, SH, menegaskan bahwa kepemilikan NIB dan Sertifikat Halal merupakan kewajiban dasar bagi pelaku UMKM agar usaha yang dijalankan memiliki payung hukum yang jelas. Ia juga menyoroti pentingnya izin lingkungan, khususnya bagi usaha yang berpotensi menimbulkan dampak limbah dan mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar.

Senentyo juga mengingatkan pelaku usaha untuk lebih berhati-hati dalam menerima pesanan berskala besar. Menurutnya, apabila UMKM menerima pesanan dalam jumlah ratusan hingga ribuan produk, sebaiknya disertai nota kesepahaman atau perjanjian kerja sama antara kedua belah pihak agar tidak menimbulkan kerugian di kemudian hari.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ika, perwakilan dari Rumah BUMN Kabupaten Purbalingga. Ia menyampaikan komitmen Rumah BUMN untuk membantu para pelaku UMKM dalam proses pengurusan NIB dan Sertifikat Halal. Dijelaskan bahwa NIB kini menggantikan fungsi SIUP dan dapat digunakan untuk hingga lima jenis usaha berbeda, sementara Sertifikat Halal dapat mencakup hingga tiga jenis usaha dalam satu kepemilikan.

Sementara itu, Misharyati, SE, selaku penggiat pertanian dari Yayasan Bangga Putra Nusantara, memaparkan konsep pertanian berkelanjutan yang tengah dikembangkan yayasan. Ia menjelaskan pola kerja sama pertanian dengan sistem penyeragaman tanam berbasis standar operasional prosedur (SOP), di mana hasil panen petani binaan akan dibeli dengan harga lebih baik dibandingkan harga pasar.

Dengan penerapan pupuk organik, hasil panen tersebut nantinya akan disuplai ke rumah makan serta Dapur MBG milik Yayasan Bangga Putra Nusantara. Program ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem usaha yang saling menguntungkan dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.

Kegiatan sosialisasi ini mendapat sambutan positif dari para peserta yang berharap pendampingan semacam ini dapat terus berlanjut. Yayasan Bangga Putra Nusantara menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi pelaku UMKM agar naik kelas, berdaya saing, dan memiliki legalitas usaha yang kuat.

Liputan langsung dilakukan oleh Media Lensa Indonesia News dari lokasi kegiatan di Desa Selabaya, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *