Lewat Detoks Digital, Yayasan Pendidikan Abana Ajak Orang Tua Batasi Penggunaan Gadget Anak

Semarang, LENSA INDONESIA NEWS — Yayasan Pendidikan Abana menggelar kegiatan edukasi detoks digital sebagai bentuk kepedulian terhadap meningkatnya penggunaan gadget pada anak usia dini. Kegiatan yang berlangsung di kompleks Yayasan Pendidikan Abana, Semarang, Sabtu (25/1/2026), diikuti oleh puluhan orang tua, wali murid, serta masyarakat sekitar.

Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Abana, Heni Setyowati, S.Ag., menyampaikan bahwa perkembangan teknologi digital membawa manfaat besar dalam dunia pendidikan, namun juga menyimpan risiko apabila tidak diimbangi dengan pengawasan yang tepat. Menurutnya, orang tua memiliki peran sentral dalam membentuk kebiasaan anak dalam menggunakan gadget.

Ia menjelaskan, penggunaan gadget secara berlebihan dapat berdampak pada kesehatan fisik dan psikologis anak. Dampak tersebut meliputi gangguan penglihatan, masalah postur tubuh, berkurangnya kemampuan bersosialisasi, hingga menurunnya kepekaan anak terhadap lingkungan sekitar.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai tanda-tanda kecanduan gadget pada anak, seperti sulit melepaskan diri dari gawai, perubahan emosi saat penggunaan dibatasi, serta berkurangnya minat anak terhadap aktivitas bermain dan belajar.

Selain pemaparan materi, Yayasan Pendidikan Abana juga membekali orang tua dengan langkah-langkah sederhana untuk menerapkan detoks digital di rumah. Di antaranya dengan membuat jadwal penggunaan gadget, mengajak anak mengikuti kegiatan kreatif, serta membiasakan interaksi langsung dalam lingkungan keluarga.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, panitia turut mengadakan lomba mewarnai bagi anak-anak. Kegiatan ini menjadi sarana untuk mengalihkan perhatian anak dari gadget sekaligus menumbuhkan kreativitas dan kemampuan motorik halus.

Yayasan Pendidikan Abana berharap kegiatan edukasi ini dapat meningkatkan kesadaran orang tua dan masyarakat akan pentingnya pengelolaan penggunaan gadget sejak usia dini, sehingga anak dapat tumbuh sehat, aktif, dan seimbang di tengah perkembangan teknologi digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *